CORETAN KEHIDUPAN
Episode 01, Tgl 29 Apr 2015
Tepat pukul 06.30 WIB, kami peserta KKN berangkat dari rumah menuju kecamatan talango untuk mengikuti prosesi pelepasan para peserta KKN. Kami berangkat sendiri-sendiri, ada yang pakai mobil dan ada juga yang pakai sepeda motor.
Akhirnya kami sampai di kecamatan talango, pelepasan tersebut dihadiri oleh para peserta KKN serta panitia KKN. Pelepasan tersebut dibuka oleh Bapak Camat. Setelah pelepasan, kami langsung berangkat ke tempat masing-masing.
Sesampainya dilokasi KKN tepatnya pukul 10.00 kami langsung bertemu dengan Bapak Karsono, SH selaku kepala Desa Essang kec. Essang. Kami meminta izin kepada Bapak Kepala Desa untuk melakukan kegiatan KKN dilokasi tersebut. Setelah mendapatkan izin, kami mempersiapkan tempat yang telah disediakan oleh Bapak Kepala Desa.
Setelah persiapan selesai, kami berkunjung ke masyarakat sekitar Essang untuk silaturahmi dan meminta izin untuk melaksanakan kegiatan KKN.
Saat kami bersih-bersih, kami dibantu oleh Bapak Matjuha dan Bapak Zahnamo selaku pengurus Balai Desa Essang dan kebetulan mereka tahu tentang keadaan Desa disini dan tanpa membuang waktu kami langsung mensurvei mereka.
Episode 02, Tgl 30 Apr 2015
Pada hari kedua KKN ini, kami bangun tepat pukul 04.45 wib untuk melakukan sholat subuh berjamaah dan saat itu udara dingin sekali membuat badanku menggigil dengan perlahan dan kami berjalan secara bergantian memasuki kamar mandi. Ketika mengambil sedayung air, sungguh benar-benar tidak dapat menahan rasa yang begitu sangat dingin, setelah itu kami mempersiapkan teman-teman untuk survey yang kedua kalinya.Kami membagi tugas untuk melaksanakan program yang harus dikerjakan. Setiap dusun ada 4 rumah yang kami survey.

Tapi sebelum itu, kami memperkenalkan diri dan silaturrahmi ke 7 rumah kepala dusun. Setelah itu kami mencari masyarakat yang harus di survey bersama kesetiap rumah warga dimulai dari dusun pesisir dan seterusnya. Kami pun lelah bersama Pak matjuha yang telah sudi mengantar kami ke 7 rumah kepala dusun.
Episode 03, Tgl 01 Mei 2015
Di pagi ini, Desa Essang di guyur hujan, kita semua sedikit kesiangan karena cuaca yang mendadak sangat dingin sehingga kami tidurnya nyenyak banget. Kami merasa sedikit terganggu dengan adanya hujan dan cuaca yang kurang bersahabat. Karena kami, harus melaksanakan kegiatan KKN. Tidak mengurangkan niat walaupun hujan kami tetap melakukan kegiatan seperti agenda yang sudah ditetapkan yaitu mencari suatu lembaga yang kurang efektif. Karena kami ingin membantu lembaga tersebut. Dan kami meminta izin untuk mengajar para santri dari kelas 1 sampai kelas 6.
Sore harinya, kami jalan ke masyarakat lagi untuk mendapatkan informasi secara keseluruhan tentang Desa Essang ini. dan kebetulan kami lewat di yayasan Nurul ihsan yang sekolahnya tidak begitu bagus. Tapi layaklah untuk beberapa murid walaupun muridnya tidak begitu banyak yang sebanyak sekolah Negeri lainnya.
Episode 04, Tgl 02 Mei 2015
Tepat pada hari ini tanggal 02 Mei 2015 bersama sinar matahari pagi yang begitu cerah terasa sangat mendukung apa yang telah kami agendakan untuk hari ini yaitu menuju sekolah MI Nurul Ihsan untuk membantu mengisi atau memberikan sedikit bantuan para anggota KKN kepada lembaga ini, apapun yang bisa kami lakukan untuk kemaslahatan bersama pasti akan dijadikan acuan pertama hasilnya selang berapa menit kami sampai di lokasi tempat MI Nurul Ihsan berdiri bersama sebagian teman teman KKN yang sudah terjadwal untuk menjadi fasilitator di lembaga ini ya inilah pengabdian untuk Desa.
Kamipun disambut oleh para guru suatu hal yang sangat terasa sekali kebersamaan antara kami peserta KKN dan para Guru Madrasah bahwa kami diterima disini di Desa Essang Alhamdulillah. Kamipun langsung disuguhkan beberapa pertanyaan pertanyaan mengenai prihal datang nya peserta KKN untuk Desa Essang kemudian apa saja yang akan dilaksanakan banyak sekali perbincangan perbincangan yang kami bicarakan disini singkat cerita, setelah perbincangan agak mulai sepi salah seorang guru kemudian mengajak kami untuk memperkenalkan kami kepada siswa di MI Nurul Ihsan setelah perkenalan berakhir kami langsung masuk satu persatu ke perkelas untuk melanjutkan mengganti guru sebelumnya. Karena para guru-gurunya banyak yang masuk karena ada kepentingan dari dinas.
Episode 05, Tgl 03 Mei 2015
Selamat pagi Desa Essang ! hari ini adalah hari kelima kami ada di Desa ini, pagi yang sangat cerah, kami saling memberi tugas sesama peserta KKN. Ada yang ke rumah kepala dusun, ada yang ke Lembaga Nurul Ihsan untuk mengajar di MI dan ada yang jalan di sekitar masyarakat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Setelah kami pulang ke posko, kami kedatangan tamu yang tak lain adalah Bapak Camat yang menanyakan tentang perkembangan didesa dan menanyakan teman-teman KKN betah atau tidak. Bapak camat juga memberikan arahan yang baik bagi kami sebagai KKN.
Dari anggota kami, ada yang mendapatkan informasi bahwa di Desa seberang (gapurana) ada yang meninggal dunia. Kami serempak untuk mendoakan orang sudah pulang kerahmat Allah swt. Kamipun secara bersama-sama untuk bertahlil kerumah duka, dan kami disambut dengan antusias oleh masyarakat Gapurana.
Dengan demikian, salah satu dari kami ditunjuk untuk membaca surat yasiin yaitu Madrawi (ASWAJ) dan membaca Tahlil adalah Asrawi (STIT AL-KARIMIYYAH). Mereka berdua dipersilahkan ke dalam rumah karena kabelnya sangat pendek. Dan yang lain ada di luar untuk menemani masyarakat yang lain. Alhamdulillah banyak masyarakat yang sudah mengenal kami baik dari Desa gapurana maupun dari Essang sendiri.
Episode 06, Tgl 04 Mei 2015
Kami mulai mengenal masyarakat, kamipun bergantian untuk ke rumah masyarakat sebagaimana yang semalam kami rencanakan. 5 orang dari kami mendata penduduk yang tinggal di Desa Essang dan 5 orang lainnya mengisi di Lembaga Nurul Islam dan sisanya piket di posko. Dan malamnya kami mengisi mengajar ngaji di musholla. Santri-santrinya banyak yang kecil tapi meskipun kecil, mereka pada lancar ngajinya dan Al-Quran besar lagi. Teman-teman keget semua kalau santri yang K. Abd. Latif itu udah banyak yang mengaji Al-Quranul Karim.
Episode 07, Tgl 05 Mei 2015
Kami pagi-pagi memasak nasi bersama setiap harinya. Dan kami makan bersama sebagai sarapan pagi hehehehehe…..!!! Setelah itu sebagian dari kami mengisi di lembaga Nurul Islam untuk membantu yayasan dan para guru yang absen dilembaga tersebut. Selepas pulang dari ibtidaiyah Nurul Islam ada warga mengetahui bahwa ada tahlilan yang merupakan malam ke-7.
Setelah isya’,kami serempak berangkat ketahlilan kifayah tersebut. Dan yang membaca surat yasiin adalah Taufiq Syafi’ie (Raudlatul Iman) dan yang mebaca tahlil adalah M. Halqi (STIT Al- Karimiyyah) dan yang membaca doa adalah tokoh masyarakat Essang.
Episode 08, Tgl 06 Mei 2015
Pagi yang tidak bersahabat karena gerimis yang turun tidak membuat kami mundur. Kami mengajar sesuai kemampuannya masing-masing, selesainya di MI maka teman-teman yang mempunyai jadwal mengajar akan segera bersiap-siap untuk MD-nya dan selanjutnya pada jam 17:15 yang mempunyai jadwal mengajar pergi ke mushollah untuk mengajarkan anak-anak yang ngaji di Kyai Abd. Latif. yang setiap malamnya selalu mengadakan praktek Sholat lima waktu untuk memberikan ketertiban dalam sholat dan bacaan yang benar. Begitu dan seterusnya sesuai dengan jadwalnya di mulai MI,MD,dengan aktifitas di mushollah.
Episode 09, Tgl 07 Mei 2015
Pagi yang tidak begitu cerah, tetapi kami semangat meskipun cuaca tidak bersahabat untuk mengerjakan membuat buku administrasi Desa seharian. Dan kamipun merasa capek, letih, pegal-pegal. Kamipun istirahat dan akan melanjutkan setelah isya’ nanti malam.
Malam sudah tiba, 8 orang dari kami pergi untuk mengisi organisasi kelompok tani yang ada di dusun guntong. 2 orang lainnya mengisi ke musholla dan 2 sisanya piket di posko. Kami yang mengisi ke organisasi, kamipun ikut mengartisipasi dalam organisasi tersebut dan juga mengumumkan bagi masyarakat yang mempunyai putra atau putri yang tidak mempunyai Akta Kelahiran, segera ke posko KKN 06 dibalai Desa essang.
Episode 10 dan 11, Tgl 08-09 Mei 2015
Kami kembali menghadiri organisasi kelompok tani yang ada di dusun Bunis Barat sampai jam 21.00 untuk membantu masyarakat yang ingin membuat akta kelahiran untuk anak-anaknya.
Episode 12 dan 13, Tgl 10-11 Mei 2015
Kami mendata masyarakat atau warga yang telah kami survey bersama dari setiap dusun. Warga 75% tidak memiliki Surat Nikah yang sudah berapa tahun menikah. Karena pernikahannya hanya ke orang bawahan (Bapak Kyai) dan para Aparat Desa dan saksi sudah memberikan berkas-berkas pernikahan tersebut. Akan tetapi pihak KUA (Kantor Urusan Agama) terlalu lama mengurusi Surat Nikah tersebut sehingga masyarakat lupa yang mau mengambil Surat Nikahnya di KUA.
Episode 14, Tgl 12 Mei 2015
Kami berjalan untuk mencari masyarakat yang bekerja petani, eh…malah ketemu dengan masyarakat yang bekerja penggilingan batu untuk di haluskan dan buat campuran pembangunan rumah yang dicampur dengan pasir. Dalam penghasilannya, 1 mobil pikc up seharga Rp. 120.000. kamipun ikut membantunya karena kami ingin tahu bagaimana rasanya mencari uang dengan usaha sendiri tanpa bantuan dari orang tua. Kamipun di beri tahu oleh warga yang ada ditempat itu untuk mengelola pengilingan batu tersebut.
Sebagian ikut Bapak Zahnamo untuk membuat poskamling di Dusun pangmaleng. Untuk meningkatkan pos ronda bagi masyarakat yang menjaga tendon pam sismas yang di kelola oleh masyarakat untuk mendapatkan air bersih.
Episode 15, Tgl 13 Mei 2015
Tepat pada jam 06.00 kami siap-siap untuk mengisi pembelajaran di MI Nurul Ihsan dan sebagian dari kami melanjutkan proses pembuatan poskambling yang belum selesai kemaren dan sisanya piket di posko. Bagi yang melanjutkan proses poskambling hanya setengah hari yang di bantu oleh Bpk Zahnamo (pak ze) dan Bapak Sanin selaku carek di dusun pangmaleng dan sore harinya kami mengisi Madrasah Diniyah Nurul Ihsan.
Episode 16, Tgl 14 Mei 2015
Pada jam 07.00 pagi kami melakukan yang sudah direncanakan untuk kerja bakti bersama para santri nurul ihsan untuk membersihkan halaman sekolah sampai jam 11.00 siang syukur alham dulillah semua di halaman jadi bersih dan kamipun pulang ke posko untuk istirahat. Setelah solat duhur sekitar jam 13.30, cuaca yang tidak bersahabat menemani monitoring dari kerua panitia KKN (pimpinan). Kamipun terkejut dengan datangnya monitoring teasebut sehingga dari kami kewalahan menjawab semua pertanyaan Bpk Iskandar Dzulkarnain (Pak Dadang).
Episode 17, Tgl 15 Mei 2015
Selamat pagi Nurul Ihsan, pagi yang sangat cerah memberikan semangat untuk membuat siswa-siswi mi nurul ihsan merasa senang dan gembira. Karena mereka bisa terbimbingi dalam olahraga, kerja bakti dan bukan hanya terbimbing dalam pendidikan yang lain. Ada salah satu santri yang bernama ILA salah satu siswi di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Ihsan yang menyatakan bahwa selama ini merasa tidak terbimbing meskipun ada KKN tapi ILA dan kawan kawannya merasa senang kalau KKN yang sekarang yang mereka harapkan, bisa membimbing, memberikan penjelasan secara detail dan mengajak para siswa dan siswi untuk kerja bakti. Dari dulu banyak KKN dari berbagai kampus tidak bisa memberikan arahan yang baik dan tidak bisa menyesuaikan para santri dan siswa siswi MI Nurul Ihsan.
Episode 18, Tgl 16 Mei 2015
Pagi yang sangat cerah telah menemani kami. Kami kembali mencari tahu tentang rumah yang tidak layak untuk dihuni dan berapa jumlah masyarakat Essang serta mencari info ada berapa anak-anak yatim piatu. Sungguh hebat teman-teman KKN yang sangat antusias dalam melaksanakan tugas tersebut. Dalam hal ini, kami tidak membentuk ketua kelompok tapi kami berjalan dengan beberapa kelompok untuk mengikuti rencana yang telah kami sepakati bersama.
Episode 19, Tgl 17 Mei 2015

Seperti biasa diawali dengan teman teman mulai menjalankan rutinitas pagi yaitu mengisi pembelajaran mi nurul ihsan. Kami sangat bangga dengan Yayasan Nurul Ihsan karena lembaga tersebut tetap berjalan meskipun hanya bebrapa murid dan siswa siswinya banyak yang mengerti dalam pergaulan akhlak dan sopan santunnya. Mereka pada nurut kepada kami saat pembelajaran kami mulai, kami pun bersemangat untuk mengajar.nar matahari pun sangat terik menyinari bumi yang begitu menyengat pada kulit kami. Kamipun pulang bersama siswa dan siswi MI Nurul Ihsan. Sesampai di posko, kami sama-sama melepaskan lelah dan ada yang langsung tidur karena terlalu capek.
Terus, tepat jam 14.30 kami bersiap-siap untuk mengisi Madrasah Diniyah sampai jam 16.00. semuanya udah berkumpul di posko, ada yang main badminton, nonton TV, main sepak takraw dan ada yang main catur.
Episode 20, Tgl 18 Mei 2015
Kembali seperti biasa, kami melanjutkan mensurvey warga seberapa banyak masyarakat yang bekerja sebagai petani, guru, nelayan, dan bekerja ke luar kota. Apa saja yang masyarakat tanam selama bertani. Seharian kami terus mencari informasi dan pulang hanya untuk sholat dhuhur dan sholat asharnya kami sholat di salah satu Dusun Pesisir dan kami pulang sekitar jam 16.00 untuk istirahat.
Episode 21, Tgl 19 Mei 2015
Saya ingin tahu kenapa masyarakat Essang kebanyakan menikah di usia dini. Saya bersama teman yang kebetulan hanya berdua saja mengelilingi desa essang dengan jalan kaki. Kami pun berbicara dengan banyak hal yang tercantum dalam pembicaraan kami. Diantaranya tentang adat dan tradisi, organisasi, sarana prasarana, bantuan dari pemerintahan bahkan pernikahan dini.
Kami sengaja menyakan banyak hal supaya tidak langsung berbicara ke intinya yaitu tentang pernikahan dini. Begitulah cara saya dan teman saya untuk mengetahui alasan masyarakat yang menikah di usia dini dan menikahkan anaknya diusia dini. Kami berdua mengetahui, kalau pernikahan dini didesa essang itu di karenakan tradisi desa dan ekonomi yang tidak cukup untuk membiayai pendidikannya, sehingga orang tuanya menikahkan di saat usia yang muda. Dan kami memberitahukan dampak negatif dari pernikahan dini kepada warga yang sedang kami survey.
Oleh karena itu, warga tersebut mengakui kalau sekarang mereka menyesal dan banyak yang terjadi kepada dirinya apa yang kami beritahukan kepada warga. Warga tersebut tidak mau menikahkan anaknya di usia muda karena sudah terbukti kalau pendidikan itu sangat penting bagi anak-anaknya sebagai penerus bangsa.
Episode 22, Tgl 20 Mei 2015






Hari ini adalah praktek membuat donat dengan bahan buah labu. Hmmmmm,,, bisa gak yach..????? Disini yang jadi peran utamanya adalah Ibu Simah yang dari Desa Banjar Barat Kec. Gapura, dan teman-teman KKN juga membantunya. Pagi yang menunjukkan pukul 09.00 eksperimen pun di mulai. Labu dan kelapa sudah diperoleh, kami mengupas kedua buah tersebut dengan secara bersama-sama. Tangan-tangan kami yang halus dan lembut sudah mulai melakukan eksperimen. Eksperimen yang pertama adalah memarut kelapanya yang mau diambil sari kelapanya yang termasuk bahan donat. Sebagian dari kami ada yang mengupas buah labu untuk di rebus supaya mudah di ulek dan menjadi halus. Kelihatannya emang mudah tapi kenyataannya sangat sulit terutama saat mengupas buah labu, cowok kok mengupas,,hehehehe,, ya lama banget....????
Beberapa kemudian, beberapa sudah siap untuk di buat donat dengan buah labuh dan beberapa masyarakat berdatangan untuk mengikuti pembuatan donat tersebut. Setelah itu, adonan donat sudah setengah jadi dan tinggal menunggu agak mengembung supaya donatnya empuk dan enak.
Setelah beberapa menit kemudian, ibu zimah menyuruh adonan donatnya di lubangi bagian tengahnya karena mau di goreng. Ada yang bantu menggoreng, ada yang mencetak dan menggunting label, ada yang menyiapkan bungkus. Setelah itu, barulah donat itu di kasih mentega agar mesesnya melengket dan setelah itu di bungkus serta di beri label. Jadi deh eksperimen donat dari buah labu. Kami memberikan kepada masyarakat yang membantu kami, memberikan makanan dan minuman setiap malam beserta Bapak Kepala Desa.
Episode 23, Tgl 21 Mei 2015
Seperti biasa, kami melakukan aktivitas kami untuk mengajar ke MI Nurul Ihsan untuk memberikan pelajaran tambahan dari awal kepada siswa dan siswi. Adapun pelajarannya adalah Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA, dari kelas 3 sampai kelas VI. Melaksanakan pelajaran tambahan itu tidak secara privat tapi secara terbuka di kelas masing-masing.
Episode 24, 25, 26
Dari pagi sampai sore, kami bertugas untuk mengisi MI Nurul Ihsan, MD, Musholla Al-Munawwarah.
Episode 27, Tgl 25 Mei 2015
Kami tetap mengajar di MI Nurul Ihsan, MD, dan Musholla. Akan tetapi ada masyarakat yang mau membuat Akta Kelahiran untuk anaknya dan setelah itu kami bermusyawarah mengenai perpisahan kami karena waktunya semakin dekat. Setelah bermusyawarah, kami pergi kerumah Kades dan bendahara desa, serta pengurus balai desa untuk bermusyawarah.
Setelah itu, kami bagi kami yang tidak tidur, kami mengerjakan dekor yang mau di pakai pada perpisahan nanti.
Episode 28, Tgl 25 Mei 2015
Sekarang hari perpisahan KKN 06 desa essang kamipun membersihkan halaman balai, dan di sekitar balai. Terus kami menghubungi Bapak Kades untuk menjemput Sound System yang kebetulan milik Bapak Kades sendiri.
Episode 29, Tgl 26 mei 2015
Hari ini kami hadir ke kantor kecamatan untuk mengikuti pembacaan shalawat nariyah yang di hadiri langsung oleh bupati sumenep sekaligus pelepasan KKN secara kolektif.
Komentar
Posting Komentar